Rabu, 19 November 2008

Coming Up Next...


Rainy Days And Mondays - The Carpenters


Saya suka cuaca belakangan ini. Setelah dihadapkan pada hari-hari panas yang melelahkan di minggu-minggu sebelumnya, saya sudah cukup muak dengan matahari. Harus saya akui, kebanyakan rasa muak saya ditimbulkan oleh banyaknya keringat yang saya produksi akibat udara panas tersebut. Entah mengapa, saya mudah sekali mengeluarkan keringat. Dan lagi, keringat saya ini bukan keringat biasa (BKB--saingannya Bukan Bintang Biasa: BBB). Selain jumlahnya yang banyak, keringat saya bersifat korosif. Entah berapa banyak jam tangan yang terbuat dari logam yang telah menjadi keganasan keringat saya. Kebanyakan jam tangan logam saya berakhir karatan dan justru menyebabkan kulit pergelangan tangan saya memerah dan gatal-gatal. Sampai akhirnya saya menemukan jam tangan warisan dari Ai saya yang secara ajaib tidak terpengaruh oleh keringat saya.

Selain itu, saya meyakinkan Anda, Para Pembaca Budiman, kalau saya akan terlihat seperti babi kalau sedang berkeringat akibat udara panas. Kulit saya akan memerah parah dan rambut saya yang bergerai-gerai itu akan mulai terlihat lepek ("lepek" apa ya bahasa Indonesianya? Jyahahaha) sedemikian rupa sehingga saya terlihat seperti babi gendut merah yang menjijikan (baca: oom-oom senang). Selain kebencian saya yang begitu mendalam akan udara panas, saya mencintai udara mendung dan hujan karena ada begitu banyak romantika yang tersimpan dalam cuaca tersebut. Seperti yang Anda semua tahu, Indonesia tidak memiliki musim salju atau musim gugur. Maka, satu-satunya pelarian romantis dan bermelankolis ria bagi orang-orang Indonesia (menurut saya) adalah musim hujan.

Seperti hari ini, saya begitu menikmati udara luar kamar sore ini hingga saya merasa begitu nyaman. Tambah teh hangat dan lagu-lagu The Carpenters (seperti yang mungkin Anda dengar saat ini), jadilah sore yang sempurna versi Yosua Mahardika Putra. Ohohoho.

Memang, ada dampak negatif yang begitu signifikan dari hujan (banjir, nafsu makan meningkat tajam, jalanan yang begitu licin untuk dilalui, kubangan air, you name it). Tapi tanpanya, saya tidak bisa hidup. Saya perlu hari-hari adem untuk bermalas-malasan.

Malasnya saya juga berimbas pada rambut saya. Ingat rambut yang berkibar-kibar itu? Sudah tak ada lagi. Jyahahah. Yep, di hari yang hujan-hujan seperti ini saya memutuskan untuk memotong pendek rambut saya. Saya tentu harus berdebat panjang mengenai model rambut saya dan di mana akan saya potong rambut saya. Ibu saya--seorang pemotong rambut--selalu senang dengan rambut panjang saya. Tekstur dan berat rambut saya memang mirip dengan rambut-rambut yang ada di iklan-iklan shampoo *membanggakan diri* sehingga sayang rasanya bila dipotong. Pengalaman saya selama 21 tahun terakhir ini mengajarkan kalau ibu saya selalu memotong rambut saya sesuai dengan keinginannya untuk melihat keindahan rambut tersebut. Sehingga memotong rambut pendek-pendek selama 20 tahun pertama seperti tidak mungkin.

Bahkan, ide rambut pendek pada diri saya harus saya perkenalkan secara drastis. Cheng beng lalu, saya memotong rambut saya atas permintaan yang sangat mengganggu dari ibu saya. Beliau secara terus menerus meminta saya untuk memotong rambut untuk merapihkan ujung-ujung rambut saya (ya, ujung-ujung. Karena Beliau tak mau panjang rambut saya berkurang). Dan akhirnya, saya memotong rambut saya di kota Padang dengan supervisi Beliau. Perjanjiannya saat itu, saya berhak menentukan model rambut dan Beliau tidak boleh protes sama sekali. Hasilnya, saya memotong rambut saya semi-mohawk ala Tuan David Beckham. Tak ayal, ibu saya kaget. Seluruh keluarga besar memberi respons yang beragam. Mulai dari paman saya yang berteriak kaget bak perempuan Jepang, sampai ke kakek saya yang menamai model rambut saya dengan sebutan model rambut "Ayam Pecah Bulu" (kata Beliau, saat ayam sakit, bulu ayam tersebut akan pecah-pecah seperti rambut saya kala itu). Baru setelah rambut saya panjang, ibu saya bercerita bahwa malam setelah saya memotong rambut sedemikian rupa Beliau menangis dan tidak bisa tidur semalam penuh. Tapi rencana saya berhasil. Ibu saya menerima kalau rambut pendek juga ok. Betapa pun, ibu saya tetap pada pendiriannya kalau saya cocok berambut panjang. Oleh karenanya, setelah kejadian heboh di atas, Beliau selalu memastikan kalau rambut saya tidak dipotong segila dulu. Kontrol pun diperketat.

Secara personal, saya menolak bila Beliau mau memotong rambut saya akhir-akhir ini. Alasan ketidakberanian Beliau memotong rambut saya secara drastis menjadi alasan pamungkas saya. Kami pun sepakat kalau acara memotong rambut perlu dilakukan oleh orang lain dengan peralatan yang lebih memadai. Oleh karenanya, kami memerlukan waktu yang cukup lama untuk mencari tempat potong rambut yang cocok dengan selera kami berdua.

Tentang model potong rambut kali ini, saya memang secara eksplisit menyatakan hendak memotong rambut "tukang-teh-botol" saya. Beliau setuju asal diselesaikan oleh orang terpercaya dan modelnya tidak urakan seperti dulu. Jadilah kami berangkat dan untuk memotong rambut saya di daerah Joglo. Hasilnya memuaskan. Saya senang, Mama pun senang.

Sayangnya, saya tidak bisa menunjukkan hasilnya dulu pada Anda, Para Pembaca Budiman. Pencahayaan yang kurang optimal pada hari-hari hujan menghentikan saya untuk memfoto diri sendiri dan menunjukkan rambut baru ini pada Anda *Ala~~~h. Bilang aja males*. Oleh karenanya, saya berjanji untuk memfoto diri saya dan menunjukkan rambut baru saya pada Anda segera setelah ada kesempatan baik (baca: postingan selanjutnya). Sampai saat itu, Anda harus puas dengan lagu yang saya sediakan pada posting kali ini. Hehehe.

PS: Special Thanks for iMeem and ~ UNTAMED DESIREZ ~

2 komentar:

Tuxedo_Snoopy mengatakan...

banjir bego banjir! romantika gundulmu.. ada juga romantika sama nyamuk.
anak mami banget kau.. potong rambut sajah sampai musti berdiskusi bak G20 meeting sajah... (read-logat batak)
lol.. speaking of which.. gw jg lg pengen get a haircut nih.. uda lumayan ga keruan..

Tuxedo_Snoopy mengatakan...

btw.. geli banget sih pake cerita keringet2 segala.. bikin gua ilang napsu makan aja.. untung gua uda makan... (***lho!!!)
itu jem tangan lu selama ini emang jelekan punya kali.. makannya karatan mulu.. makannya modal dikit dong modaaaaal
foto tuh rambut btw
en yeah.. selama ini lu msn gw, gw ga lagi online.. maklum stres exam... i'll be done by monday thou *yay!!!~can't wait*
tar kita ceting2 lagih.. i have some vids to show u di utube.. lucu2 huahaha (well.. i find it funny.. dunno bout u)

blogger templates | Make Money Online