For the past few hours I dwell in my memory and adoration towards John Rutter's works. So far, these memories are enough to put him as my favorite composer of the century. You might found that my knowledge upon other composers' works are limited and--by doing so--argue that I have not known enough composers to call for an objective judgment. Nevertheless, my fondness on his works are mostly based on my close (and in some particular numbers--practical) encounters.
The very memory of my practical encounters upon these numbers initiated me to listen to the songs on youtube. The decision to listen to these songs, however, was not a good idea. For instead of limiting my listening sessions to one or two songs, I ended up with listening to a never ending play-list of songs. Yes, up until I wrote this post to you, I am listening to his beautifully crafted works. God, save me. Somebody stop me, please. *sigh*
As most of you readers might have known, I am not a very religious person. So when I bear to listen a list of religious sacred songs, you simply know that the songs are extremely marvelous. That, or I am being strapped on an electrical chair and tortured to listen to bad church songs for my sins.
To give you an idea of the typical song I am listening to, I embed a video from youtube as follow:
Rabu, 17 Februari 2010
Every season is a good season for beautiful musics
Diposting oleh Yosua Mahardika Putra di 10.12 0 komentar
Selasa, 29 September 2009
Cerianya September Ceria
Apa kabar? Ke mana saja Anda liburan ini?
Saya dan keluarga beserta tamu saya pergi ke Puncak beberapa hari setelah lebaran. Kami berkesempatan untuk berpelesir ke Taman Bunga Nusantara. Di tanah seluas 35 hektar tersebut, kami mengobati kekecewaan kami akan Kota Bunga yang tidak lagi berbunga. Nampaknya, nama Kota Bunga harus berganti nama dengan nama lain: Kota Rumput, misalnya.
Memang, tatkala kami datang ke Taman Bunga Nusantara beberapa hari yang lalu, bunga-bunga tengah tidak terlalu bervariasi. Saya tentu paham keadaan ini. Setiap tiga bulan, bunga-bunga yang ada di Taman Bunga Nusantara menyelesaikan siklus kehidupannya. Maka, tiap tiga bulan lah, bunga-bunga tersebut diganti. Terlepas dari berbedanya siklus dan waktu penanaman tiap bunga, saya menduga bahwa Taman Bunga Nusantara tengah memasuki tahap-tahap akhir siklus ketika kami berkunjung. Sehingga, jumlah bunga yang kami dapati tidak sebanyak jumlah yang pernah kami lihat pada kunjungan-kunjungan yang terdahulu.
Meski demikian, bukan Taman Bunga Nusantara namanya kalau tidak ada bunga (namanya tentu akan menjadi Taman Nusantara. Hahaha). Maka, ada saja bunga-bunga yang menarik perhatian saya. Bunga-bunga cantik ini kebanyakan saya temui di rumah kaca. Sayangnya, saya tidak sebegitu rajin untuk mencatatkan nama-nama bunga tersebut. Shakespare dan Juliet sekali waktu pernah berkata, "What's in name? That which we call a rose by any other name would smell as sweet", bukan? Maka, cukuplah Anda berbagi kekaguman lewat gambar tanpa nama (kalau males, adaaaaa aja alesannya).
.jpg)
Saya beruntung dapat melewati hari ulang tahun yang lain dari biasanya tahun ini. Selain saya melewati malam ulang tahun saya di Puncak, saya juga menerima banyak ucapan dan hadiah. Si Tamu dan adik saya berbaik hati untuk membangunkan saya tepat tengah malam. Mereka lantas memberi saya kado berupa boneka Elmo yang persis-persis sama dengan yang dimiliki oleh keponakan saya. Maka, giranglah hati saya.
Reaksi saya, meski begitu, jauh dari harapan mereka berdua. Mereka tadinya berpikir kalau saya akan kecewa berat tatkala saya hanya diberi boneka Elmo tersebut (saya sendiri berpikir, kalau mau membuat saya kecewa, harusnya mereka memberi saya baju dengan ukuran M dan lantas mencoret ukuran M tersebut menjadi XL di depan-depan muka saya; Saya tentu akan gondok setengah mati). Mereka lantas mengeluarkan hadiah lain yang seharusnya menjadi puncak acara setelah saya kecewa. Hadiah tersebut berupa headset--yang saya yakin--mahal harganya. Senang kuadrat.
Masih di hari yang sama, tatkala saya sampai di rumah, Ai dan sepupu serta dua tetua jauh lainnya menyambut saya dengan kue black forest dan hadiah lain. Senang kubik. Dan ketika saya pergi ke gereja malam harinya, pendeta yang berkhotbah mengutip kitab Yosua dan lantas meraung-raung betapa Yosua dicintai oleh Tuhan. Senang pangkat empat.

.jpg)
Esoknya, saya berkesempatan untuk merayakan ulang tahun saya bersama teman-teman saya. Dan bukan hanya makan siang, tapi juga makan malam. Bukan hanya nonton 3d, tapi juga main arcade. Bukan hanya satu mal, tapi juga dua mal. Senang pangkat lima.
Terakhir, saya menulis pada Anda. Senang tak terhingga.
Sebagai bonus, saya sertakan mainan yang saya ambil gambarnya di Puncak. yang menarik bukan mainannya. Tapi merek mainannya. Saya terpingkal-pingkal setelah membaca merek mainan tersebut. Bila saja saya tak harus berhemat, saya tentu akan membeli mainan tersebut hanya karena mereknya. Hahaha.
.jpg)
Saya dan keluarga beserta tamu saya pergi ke Puncak beberapa hari setelah lebaran. Kami berkesempatan untuk berpelesir ke Taman Bunga Nusantara. Di tanah seluas 35 hektar tersebut, kami mengobati kekecewaan kami akan Kota Bunga yang tidak lagi berbunga. Nampaknya, nama Kota Bunga harus berganti nama dengan nama lain: Kota Rumput, misalnya.
Memang, tatkala kami datang ke Taman Bunga Nusantara beberapa hari yang lalu, bunga-bunga tengah tidak terlalu bervariasi. Saya tentu paham keadaan ini. Setiap tiga bulan, bunga-bunga yang ada di Taman Bunga Nusantara menyelesaikan siklus kehidupannya. Maka, tiap tiga bulan lah, bunga-bunga tersebut diganti. Terlepas dari berbedanya siklus dan waktu penanaman tiap bunga, saya menduga bahwa Taman Bunga Nusantara tengah memasuki tahap-tahap akhir siklus ketika kami berkunjung. Sehingga, jumlah bunga yang kami dapati tidak sebanyak jumlah yang pernah kami lihat pada kunjungan-kunjungan yang terdahulu.
Meski demikian, bukan Taman Bunga Nusantara namanya kalau tidak ada bunga (namanya tentu akan menjadi Taman Nusantara. Hahaha). Maka, ada saja bunga-bunga yang menarik perhatian saya. Bunga-bunga cantik ini kebanyakan saya temui di rumah kaca. Sayangnya, saya tidak sebegitu rajin untuk mencatatkan nama-nama bunga tersebut. Shakespare dan Juliet sekali waktu pernah berkata, "What's in name? That which we call a rose by any other name would smell as sweet", bukan? Maka, cukuplah Anda berbagi kekaguman lewat gambar tanpa nama (kalau males, adaaaaa aja alesannya)..jpg)
Saya beruntung dapat melewati hari ulang tahun yang lain dari biasanya tahun ini. Selain saya melewati malam ulang tahun saya di Puncak, saya juga menerima banyak ucapan dan hadiah. Si Tamu dan adik saya berbaik hati untuk membangunkan saya tepat tengah malam. Mereka lantas memberi saya kado berupa boneka Elmo yang persis-persis sama dengan yang dimiliki oleh keponakan saya. Maka, giranglah hati saya.
Reaksi saya, meski begitu, jauh dari harapan mereka berdua. Mereka tadinya berpikir kalau saya akan kecewa berat tatkala saya hanya diberi boneka Elmo tersebut (saya sendiri berpikir, kalau mau membuat saya kecewa, harusnya mereka memberi saya baju dengan ukuran M dan lantas mencoret ukuran M tersebut menjadi XL di depan-depan muka saya; Saya tentu akan gondok setengah mati). Mereka lantas mengeluarkan hadiah lain yang seharusnya menjadi puncak acara setelah saya kecewa. Hadiah tersebut berupa headset--yang saya yakin--mahal harganya. Senang kuadrat.
Masih di hari yang sama, tatkala saya sampai di rumah, Ai dan sepupu serta dua tetua jauh lainnya menyambut saya dengan kue black forest dan hadiah lain. Senang kubik. Dan ketika saya pergi ke gereja malam harinya, pendeta yang berkhotbah mengutip kitab Yosua dan lantas meraung-raung betapa Yosua dicintai oleh Tuhan. Senang pangkat empat.

.jpg)
Esoknya, saya berkesempatan untuk merayakan ulang tahun saya bersama teman-teman saya. Dan bukan hanya makan siang, tapi juga makan malam. Bukan hanya nonton 3d, tapi juga main arcade. Bukan hanya satu mal, tapi juga dua mal. Senang pangkat lima.Terakhir, saya menulis pada Anda. Senang tak terhingga.
Sebagai bonus, saya sertakan mainan yang saya ambil gambarnya di Puncak. yang menarik bukan mainannya. Tapi merek mainannya. Saya terpingkal-pingkal setelah membaca merek mainan tersebut. Bila saja saya tak harus berhemat, saya tentu akan membeli mainan tersebut hanya karena mereknya. Hahaha.
.jpg)
Diposting oleh Yosua Mahardika Putra di 09.07 0 komentar
Rabu, 09 September 2009
Kata Pengantar
Tiba-tiba saya terkenang masa-masa menulis skripsi.
Betapa menulis skripsi telah membuat saya begitu rapuh. Betapa menulis skripsi telah menjadi pencapaian besar dalam hidup saya. Betapa menulis skripsi sudah banyak merubah hidup saya. Betapa tak mungkin saya menyelesaikan penulisan skripsi saya tanpa campur tangan banyak orang. Sebagian dari orang-orang ini ada tercatat di Kata Pengantar saya. Kebanyakan dari Beliau-Beliau ini bahkan tak tahu namanya ada di Kata Pengantar tersebut. Meski demikian, saya percaya, ketidaktahuan orang-orang ini, justru merupakan bukti betapa mereka adalah orang-orang yang tidak pamrih. Orang-orang yang tak sadar bahwa hidupnya dan karyanya telah mempengaruhi banyak orang lain.
Selagi saya terkenang-kenang akan skripsi saya, izinkanlah saya membagi sebagian memori saya. Berikut ini tersebut orang-orang yang banyak berjasa buat saya. Berikut ini kata pengantar yang saya tulis:
"Penulis menghaturkan puji syukur ke bawah duli Tuhan Yang Maha Esa. Belas kasihan dan bimbingan-Nya yang penuh telah menuntun penulis dalam menyelesaikan tugas akhir ini.
Tugas akhir berjudul "ADVERSE SELECTION EQUITY MARKET TIMING PADA EMITEN-EMITEN BURSA EFEK INDONESIA PADA TAHUN 1992-2007" ini merupakan sebagian persyaratan akhir untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi Satu Universitas Pelita Harapan.
Dengan segala kerendahan hati, penulis menyadari bahwa skripsi ini tidak akan selesai tepat tanpa peran serta dan bantuan banyak pihak. Penulis berterima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu terwujudnya skripsi ini, di antaranya:
1) Bapak Prof. Dr. Roy Sembel, selaku Dekan Fakultas Ekonomi
2) Bapak Dr. Kim Sung Suk, selaku Kepala Jurusan Manajemen, Dosen Pembimbing, dan Dosen Pembimbing Akademik yang telah bersedia menjadi mentor, penyemangat spiritual, teman diskusi--dan terlebih--pendidik yang berintegritas tinggi bagi penulis.
3) Ibu Dr. Titik Indrawati, S.E., M.E. dan Bapak Drs. Tagor Panjaitan yang menjadi panutan besar penulis atas segala pemikiran, gagasan, dan keterbukaan Beliau terhadap teori-teori keuangan serta pengajaran-pengajaran yang penulis terima semasa berkuliah di Universitas Pelita Harapan.
4) Tuan dan Nyonya Prof. Generoso Octavio yang memicu ketertarikan penulis akan dunia keuangan serta suporter doa yang setia bagi banyak anak didiknya.
5) Dr. Gn Godman, Dr. Juanna Judith H., Bapak J. Ongkowidjaja, S.E., Linawati Arifin, S.E., Bapak Ardo R. Dwitanto, S.E., M.S.M. Bapak A. Aries H. Prasetyo, S.E., M.M., RFP-I, dan seluruh staf tata usaha Fakultas Ekonomi dan Perpustakaan Universitas Pelita Harapan yang banyak membantu penulis semasa perkuliahan dan penulisan skripsi.
6) Orang tua penulis, atas tuntunan dan dukungan tak bersyarat serta kepercayaan yang besar atas penulis. Kepada kedua orang tua ini penulis mendedikasikan segala jerih upaya penulis.
7) Tuan dan Nyonya A. Suryadi, Tuan dan Nyonya Henry Lie, Lidya Dianty, Baby R. Limous, Sonia Limous, Celine Limous, Dea Suryadi, dan seluruh keluarga besar atas kepercayaan dan kebanggaan yang ditanamkan pada penulis.
8) Ibu Dra. Sugiharti, pendidik, pemerhati pendidikan, sahabat, mentor, dan pencelik wawasan yang membangun bagi penulis dan banyak anak didiknya yang lain.
9) Tuan R. J. Singal, dan Nona E. Wendyono yang telah menjadi sahabat karib dan pemerhati penulis di segala lini kehidupan tanpa pandang waktu.
10) Christy Roesli, Clarissa A. Intani, Yunengsi, dan Carolus E. C. S. yang ada dan sedia di saat penulis membutuhkan. Sahabat kritis yang manusiawi dan menyenangkan.
11) Teman-teman sekelas yang banyak membantu penulis semasa berkuliah di Universitas Pelita Harapan.
12) Tuan B. Gates, Tuan S. Brin, dan Tuan L. Page yang telah merevolusi cara penulis dalam berkehidupan.
13) Dan pihak-pihak lain yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu.
Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna. Oleh karenanya, penulis meminta maaf atas segala kekurangan yang terdapat pada skripsi ini. Penulis menerima dengan senang hati segala masukan, saran, dan kritik membangun demi perbaikan penelitian ini. Penulis mengharapkan skripsi ini dapat berkontribusi bagi masyarakat intelektual dalam memperluas wawasan.
Karawaci, 20 Februari 2009
Penulis"
Betapa menulis skripsi telah membuat saya begitu rapuh. Betapa menulis skripsi telah menjadi pencapaian besar dalam hidup saya. Betapa menulis skripsi sudah banyak merubah hidup saya. Betapa tak mungkin saya menyelesaikan penulisan skripsi saya tanpa campur tangan banyak orang. Sebagian dari orang-orang ini ada tercatat di Kata Pengantar saya. Kebanyakan dari Beliau-Beliau ini bahkan tak tahu namanya ada di Kata Pengantar tersebut. Meski demikian, saya percaya, ketidaktahuan orang-orang ini, justru merupakan bukti betapa mereka adalah orang-orang yang tidak pamrih. Orang-orang yang tak sadar bahwa hidupnya dan karyanya telah mempengaruhi banyak orang lain.
Selagi saya terkenang-kenang akan skripsi saya, izinkanlah saya membagi sebagian memori saya. Berikut ini tersebut orang-orang yang banyak berjasa buat saya. Berikut ini kata pengantar yang saya tulis:
"Penulis menghaturkan puji syukur ke bawah duli Tuhan Yang Maha Esa. Belas kasihan dan bimbingan-Nya yang penuh telah menuntun penulis dalam menyelesaikan tugas akhir ini.
Tugas akhir berjudul "ADVERSE SELECTION EQUITY MARKET TIMING PADA EMITEN-EMITEN BURSA EFEK INDONESIA PADA TAHUN 1992-2007" ini merupakan sebagian persyaratan akhir untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi Satu Universitas Pelita Harapan.
Dengan segala kerendahan hati, penulis menyadari bahwa skripsi ini tidak akan selesai tepat tanpa peran serta dan bantuan banyak pihak. Penulis berterima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu terwujudnya skripsi ini, di antaranya:
1) Bapak Prof. Dr. Roy Sembel, selaku Dekan Fakultas Ekonomi
2) Bapak Dr. Kim Sung Suk, selaku Kepala Jurusan Manajemen, Dosen Pembimbing, dan Dosen Pembimbing Akademik yang telah bersedia menjadi mentor, penyemangat spiritual, teman diskusi--dan terlebih--pendidik yang berintegritas tinggi bagi penulis.
3) Ibu Dr. Titik Indrawati, S.E., M.E. dan Bapak Drs. Tagor Panjaitan yang menjadi panutan besar penulis atas segala pemikiran, gagasan, dan keterbukaan Beliau terhadap teori-teori keuangan serta pengajaran-pengajaran yang penulis terima semasa berkuliah di Universitas Pelita Harapan.
4) Tuan dan Nyonya Prof. Generoso Octavio yang memicu ketertarikan penulis akan dunia keuangan serta suporter doa yang setia bagi banyak anak didiknya.
5) Dr. Gn Godman, Dr. Juanna Judith H., Bapak J. Ongkowidjaja, S.E., Linawati Arifin, S.E., Bapak Ardo R. Dwitanto, S.E., M.S.M. Bapak A. Aries H. Prasetyo, S.E., M.M., RFP-I, dan seluruh staf tata usaha Fakultas Ekonomi dan Perpustakaan Universitas Pelita Harapan yang banyak membantu penulis semasa perkuliahan dan penulisan skripsi.
6) Orang tua penulis, atas tuntunan dan dukungan tak bersyarat serta kepercayaan yang besar atas penulis. Kepada kedua orang tua ini penulis mendedikasikan segala jerih upaya penulis.
7) Tuan dan Nyonya A. Suryadi, Tuan dan Nyonya Henry Lie, Lidya Dianty, Baby R. Limous, Sonia Limous, Celine Limous, Dea Suryadi, dan seluruh keluarga besar atas kepercayaan dan kebanggaan yang ditanamkan pada penulis.
8) Ibu Dra. Sugiharti, pendidik, pemerhati pendidikan, sahabat, mentor, dan pencelik wawasan yang membangun bagi penulis dan banyak anak didiknya yang lain.
9) Tuan R. J. Singal, dan Nona E. Wendyono yang telah menjadi sahabat karib dan pemerhati penulis di segala lini kehidupan tanpa pandang waktu.
10) Christy Roesli, Clarissa A. Intani, Yunengsi, dan Carolus E. C. S. yang ada dan sedia di saat penulis membutuhkan. Sahabat kritis yang manusiawi dan menyenangkan.
11) Teman-teman sekelas yang banyak membantu penulis semasa berkuliah di Universitas Pelita Harapan.
12) Tuan B. Gates, Tuan S. Brin, dan Tuan L. Page yang telah merevolusi cara penulis dalam berkehidupan.
13) Dan pihak-pihak lain yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu.
Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna. Oleh karenanya, penulis meminta maaf atas segala kekurangan yang terdapat pada skripsi ini. Penulis menerima dengan senang hati segala masukan, saran, dan kritik membangun demi perbaikan penelitian ini. Penulis mengharapkan skripsi ini dapat berkontribusi bagi masyarakat intelektual dalam memperluas wawasan.
Karawaci, 20 Februari 2009
Penulis"
Diposting oleh Yosua Mahardika Putra di 08.19 1 komentar
Rabu, 26 Agustus 2009
Life in frame
Betapa saya sudah begitu lama meninggalkan Anda, Para Pembaca Budiman. Saya begitu sibuk sehingga tak jua mengabarkan keadaan saya pada Anda. Akhir-akhir ini, selain sibuk dengan pekerjaan, saya telah mengambil keputusan besar untuk berhenti dari pekerjaan saya dan berkonsentrasi pada GMAT. Tapi saya tak akan bicara tentang keputusan ini sekarang. Terlalu pelik dan tidak begitu menyenangkan. Mungkin nanti. Mungkin tidak. Hehehe.
Saya baru saja membantu keponakan saya dengan foto-fotonya. Saya memunggah foto-foto tersebut ke akun facebook ibunya. Saya tentu tidak keberatan dimintai tolong. Toh anak itu begitu lucu dan begitu mengagumkan (berapa ratus kali sudah saya katakan hal ini pada Anda, ya?). Di balik foto-foto jenaka tersebut, saya mendengar cerita ibunya akan tingkah polah bocah satu itu. Foto-foto yang akan Anda lihat di bawah diambil ketika ia dan keluarganya pergi ke Taman Safari. Sayang saya tak ikut serta. Tapi setidaknya ceritanya terdengar oleh saya. Si ibu bercerita betapa si anak mengira rusa itu mbek dan meraung-raung minta bonekanya (Elmo) hanya untuk memastikan si boneka ikut menyaksikan si mbek.
Si ibu juga bercerita tentang betapa si anak mengira macan-macan yang berfoto bersamanya adalah guguk dan menepuk-nepuk serta menjewer kuping si guguk itu (untungnya tidak ada korban jiwa dalam insiden ini: Ibu, anak, dan macan-macan itu selamat! Puji Tuhaaaan). Si ibu juga bercerita tentang anaknya yang takut akan burung rangkong. Si ibu tentu juga tak lupa bercerita akan betapa si gajah disuap (lebih tepatnya "disodok") wortel oleh si anak. Lagi, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Si gajah selamat.
Saya lantas berpikir: "Lima saja anak seperti ini menjadi pengunjung di Taman Safari per harinya, saya percaya anak-cucu kita tak akan bisa melihat Taman Safari karena Taman Safari tentu sudah ditutup saking terlalu besarnya kemungkinan jatuhnya korban jiwa."
Masih bicara tentang foto. Berapa banyak dari Anda yang sudah memiliki foto keluarga? Yang di studio-studio foto begitu? Umur berapa Anda berfoto bersama keluarga Anda?
Percaya-tidak percaya, Para Pembaca Budiman, saya BARU SAJA memiliki foto keluarga tersebut pada umur saya yang hampir 22 tahun ini. Itu pun, bila tak ada sesi foto wisuda, tak akan ada pula sesi foto keluarga. Sesi foto keluarga saya disisipkan di tengah-tengah sesi foto wisuda. Maka jadilah kami berempat berfoto bersama di studio foto. Itu juga, saya masih menanti pihak studio untuk menelepon saya dan mengabarkan kalau fotonya sudah jadi. Saat ini, saat saya tengah bercerita pada Anda, foto keluarga tersebut tengah turun cetak. Saya punya versi pra-edit-nya. Anda bisa lihat foto tersebut di kanan ini.
Betapa pun, saya senang bisa berfoto. Bukankah mengurung memori Anda dalam gambar adalah hal yang menyenangkan? Tak heran bila begitu banyak dari kita (ya, kita: SAYA dan ANDA) tenggelam dalam kenarsisan yang begitu akut. Hehehe. Selamat berfoto!
Saya lantas berpikir: "Lima saja anak seperti ini menjadi pengunjung di Taman Safari per harinya, saya percaya anak-cucu kita tak akan bisa melihat Taman Safari karena Taman Safari tentu sudah ditutup saking terlalu besarnya kemungkinan jatuhnya korban jiwa."
Masih bicara tentang foto. Berapa banyak dari Anda yang sudah memiliki foto keluarga? Yang di studio-studio foto begitu? Umur berapa Anda berfoto bersama keluarga Anda?
Betapa pun, saya senang bisa berfoto. Bukankah mengurung memori Anda dalam gambar adalah hal yang menyenangkan? Tak heran bila begitu banyak dari kita (ya, kita: SAYA dan ANDA) tenggelam dalam kenarsisan yang begitu akut. Hehehe. Selamat berfoto!
Diposting oleh Yosua Mahardika Putra di 22.05 0 komentar
Jumat, 03 Juli 2009
New day, new things...
Before we start, let me tell you how perfect today is. The weather is nice, and I have nothing to complain, today. God is kind. Haha. Ok, here goes...
Ever got told by your parents not to talk to strangers? Because they're dangerous? Because you don't know them? Well, I did got that line back when I was a child. And since I'm a little bit older now, I get to talk to strangers. Of course, I wouldn't talk to someone in the middle of the street. You see, chances are, people might got scared or something to see a ginormous looking stranger pops out and try to make a conversation. But what if you can talk to strangers? What will you say?
Some might think that the idea is dull. I understand the others wouldn't even imagine themselves to talk to strangers. But I kinda like the idea, really. I believe in humans. And I believe in good qualities in humans. And since strangers are humans, I do not see any reason why we should not talk to strangers if the strangers are willingly to talk to us: strangers in their point of view.
Back in my secondary years, there was this thing called mIRC. It is the fun thing to do back then. As I would chat with people that I don't know. Sadly, as time goes by, the people in mIRC are less than friendly to strangers. And even if some people do, most of them will try to get something out of you (your money, your nude pictures, etc.). So I do not wished to chat over mIRC anymore.
Until few hours ago, when I found this thread in an Indonesian forum called Kaskus.us. It tells about this fine website that allows you to chat with other strangers. Of course, you would've found people who are still annoying and impolite. Yet once you found some people who are simply want to chat with other people, you'll find it interesting. I, for instance, got two new friends: one is a Korean who is pursuing his degree in US, and the other is a Taiwanese girl who is learning English.
On the same day, I received an email from Cink-cink. For me, on the same tone, it tells on how humans are actually kind-hearted and pure in nature. In that e-mail, children are given a task. The task is to write to God. Here are some of the letters that they wrote:
Ever got told by your parents not to talk to strangers? Because they're dangerous? Because you don't know them? Well, I did got that line back when I was a child. And since I'm a little bit older now, I get to talk to strangers. Of course, I wouldn't talk to someone in the middle of the street. You see, chances are, people might got scared or something to see a ginormous looking stranger pops out and try to make a conversation. But what if you can talk to strangers? What will you say?
Some might think that the idea is dull. I understand the others wouldn't even imagine themselves to talk to strangers. But I kinda like the idea, really. I believe in humans. And I believe in good qualities in humans. And since strangers are humans, I do not see any reason why we should not talk to strangers if the strangers are willingly to talk to us: strangers in their point of view.
Back in my secondary years, there was this thing called mIRC. It is the fun thing to do back then. As I would chat with people that I don't know. Sadly, as time goes by, the people in mIRC are less than friendly to strangers. And even if some people do, most of them will try to get something out of you (your money, your nude pictures, etc.). So I do not wished to chat over mIRC anymore.
Until few hours ago, when I found this thread in an Indonesian forum called Kaskus.us. It tells about this fine website that allows you to chat with other strangers. Of course, you would've found people who are still annoying and impolite. Yet once you found some people who are simply want to chat with other people, you'll find it interesting. I, for instance, got two new friends: one is a Korean who is pursuing his degree in US, and the other is a Taiwanese girl who is learning English.
On the same day, I received an email from Cink-cink. For me, on the same tone, it tells on how humans are actually kind-hearted and pure in nature. In that e-mail, children are given a task. The task is to write to God. Here are some of the letters that they wrote:













P.S.: I have no rights on these pictures, they are not mine, no copyright infringement is intended, and if you by any means felt that your right is violated (Donna, Raphael, Nan, Neil, Ruth M., Robert, Joyce, Lucy, Sam, Norma, Jane, Mark, anyone?) kindly contact me through the comment box, I will be happy to remove it for you. Thank you, and have a very nice day, everyone!
Diposting oleh Yosua Mahardika Putra di 14.46 3 komentar
Senin, 15 Juni 2009
Payah: Antara FB, Identitas Pekerjaan, dan Hidung
Kan sudah saya janjikan kalau segera setelah saya menerima foto wisuda, saya akan membuat akun FB? Maka saya telah membuat akun di FB. Hanya saja, saya sedang amat kesal dengan FB. Memunggah foto ke FB ternyata tidak semudah yang saya kira. Di tengah-tengah memunggah, selalu saja windows browser saya menutup tanpa ada pemberitahuan sebelumnya. Sungguh menyebalkan. Betapa pun, ini akun yang saya janjikan.
Di lain cerita, saya telah bekerja. Namun demikian, kontrak antara saya dengan pihak perusahaan membuat saya tidak dapat menceritakan banyak tentang perusahaan ini kepada siapa-siapa (bahkan nama perusahaan tersebut sekalipun). Hal ini sehubungan dengan begitu ketatnya kode etik perusahaan untuk melindungi rahasia klien dan rahasia perusahaan itu sendiri. Terdengar seperti pekerjaan agen rahasia yang sedemikian glamor dan misterius? Percayalah, saya jauh dari keren untuk bisa menjadi seorang agen rahasia. Dan lagi, kemisteriusan justru lebih banyak merepotkan saya ketimbang membantu saya (dalam kehidupan percintaan, misalnya?). Begitu banyak dari kita tidak lantas dapat menerima kalau seseorang tidak menyebutkan nama perusahaan tempatnya bekerja. Saya tentu maklum. Saya sendiri akan heran seheran-herannya kalau seseorang sok merahasiakan pekerjaannya. Tapi percayalah, Para Pembaca Budiman, saya tidak hendak menutup-nutupi diri terhadap Anda (kecuali menutupi lemak saya, mungkin).
Selain beberapa kesusahan di atas,--maaf lo, ini curhat colongannya jadi keterusan--hidung saya tengah tidak bekerja dengan semestinya. Tenggorokan pun rasanya sakit sekali. Semoga kepayahan-kepayahan ini segera berlalu. Takutnya, saya akan lebih banyak mengeluh kepada Anda. Anda tentu tidak akan senang kalau cuma membaca kesulitan saya, bukan? Maka, bantu saya, Para Pembaca Budiman. Banyak-banyaklah berdoa bagi saya *muka tebal*. Terima kasih.
PS: Maaf kalau pendek. Saya kan sedang tidak sehat? Hehehe.
Di lain cerita, saya telah bekerja. Namun demikian, kontrak antara saya dengan pihak perusahaan membuat saya tidak dapat menceritakan banyak tentang perusahaan ini kepada siapa-siapa (bahkan nama perusahaan tersebut sekalipun). Hal ini sehubungan dengan begitu ketatnya kode etik perusahaan untuk melindungi rahasia klien dan rahasia perusahaan itu sendiri. Terdengar seperti pekerjaan agen rahasia yang sedemikian glamor dan misterius? Percayalah, saya jauh dari keren untuk bisa menjadi seorang agen rahasia. Dan lagi, kemisteriusan justru lebih banyak merepotkan saya ketimbang membantu saya (dalam kehidupan percintaan, misalnya?). Begitu banyak dari kita tidak lantas dapat menerima kalau seseorang tidak menyebutkan nama perusahaan tempatnya bekerja. Saya tentu maklum. Saya sendiri akan heran seheran-herannya kalau seseorang sok merahasiakan pekerjaannya. Tapi percayalah, Para Pembaca Budiman, saya tidak hendak menutup-nutupi diri terhadap Anda (kecuali menutupi lemak saya, mungkin).
Selain beberapa kesusahan di atas,--maaf lo, ini curhat colongannya jadi keterusan--hidung saya tengah tidak bekerja dengan semestinya. Tenggorokan pun rasanya sakit sekali. Semoga kepayahan-kepayahan ini segera berlalu. Takutnya, saya akan lebih banyak mengeluh kepada Anda. Anda tentu tidak akan senang kalau cuma membaca kesulitan saya, bukan? Maka, bantu saya, Para Pembaca Budiman. Banyak-banyaklah berdoa bagi saya *muka tebal*. Terima kasih.
PS: Maaf kalau pendek. Saya kan sedang tidak sehat? Hehehe.
Diposting oleh Yosua Mahardika Putra di 09.21 1 komentar
Sabtu, 16 Mei 2009
Status: Alumni
As a consequence towards my parents' trusts and belief invested in me, I attended my graduation ceremony this morning. I thank God Almighty to make my parents' dreams come true.
Regardless of flaws in the execution and the preparation of the ceremony, I would like to express my gratitude towards the graduation committee. I imagine that the task is both demanding and depressing. And to under-appreciate the hard work that has been done--therefore--is an insult towards my beliefs in dignity and integrity. Thus, I thank the committee of XV Graduation of Universitas Pelita Harapan. May God shows you His grace and blesses you.
Regardless of flaws in the execution and the preparation of the ceremony, I would like to express my gratitude towards the graduation committee. I imagine that the task is both demanding and depressing. And to under-appreciate the hard work that has been done--therefore--is an insult towards my beliefs in dignity and integrity. Thus, I thank the committee of XV Graduation of Universitas Pelita Harapan. May God shows you His grace and blesses you.
I promised my peers to create a FB account right after my graduation. The promise, unfortunately, will not be delivered immediately as I am still waiting for my graduation pictures to be printed out this June. Even so, I am happy to announce that the promise WILL be executed as soon as I had the complete materials as stated.
Diposting oleh Yosua Mahardika Putra di 19.19 2 komentar
Langganan:
Postingan (Atom)
.jpg)
.jpg)